Suku Kenyah | Salah Satu Suku Dayak di Kalimantan yang Perlu Anda Ketahui
Dan apabila mereka melihat burung pelatuk dan burung elang terbang artinya kebaikan akan datang, akan halnya apabila burung tersebut terbangnya menghalang atau melintang, artinya akan ada kecelakaan.
Itulah sebagian kepercayaan dari Suku Dayak Kenyah, tenang larangan tuhan yang disampaikan dengan perantaraan binatang.
Apabila larangan itu tidak diindahkan, Bungan Malan (Tuhan yang dipercaya suku Dayak Kenyah) akan murka lalu dikirim hantu-hantu bernama Bali Meet, Bali Tenget, Bali Ketatang, Bali Li-it dan Bali Sakit untuk menyiksa manusia.
Suku Kenyah mendiami Samarinda dan Tanjung Palas di Kalimantan Timur. Disimak dari pandangan hidup di atas, Anda sudah bisa menduga bahwa suku Kenyah, merupakan salah satu suku eksotis yang sanggup membuat karya seni tinggi di kalangan suku Dayak.
Asal Usul Suku Kenyah
Suku Kenyah merupakan Suku Dayak yang termasuk rumpun Kenyah-Kayan-Bahau . tidak heran, jika suku ini juga dikenal dengan Suku Dayak Kenyah.
Suku ini berasal Dari daerah Sarawak. Di wilayah tersebut, Suku Kenyah memasuki Kabupaten Malinau, Kalimantan Timur melalui Sungai Iwan di Sarawak yang terpecah menjadi dua. Satu sisi menuju daerah Apau Kayan. Sementara itu, sisi lainnya menuju daerah Bahau.
Pergerakan suku ini menuju hilir, akhirnya sampai ke daerah Mahakam. Hingga akhirnya, sebagian masyarakat Kenyah memilih untuk menetap di Kampung Pampang, Samarinda Utara.
Kemudian, sebagian lagi memilih untuk bergerak ke hilir menuju Tanjung Palas. Bila dilihat dari populasinya, 2,4 persen masyarakat kenyah merupakan penduduk Kutai Barat.
Silsilah dan Sub Suku Dayak Kenyah
Konon, klan besar Dayak Kenyah berasal dari keturunan para pedagang Cina dan Suku Barunai (Brunei Darussalam). Suku Dayak Kenyah akhirnya terpencar menjadi empat wilayah, karena sering berperang dengan Suku Barunai. Dari empat wilayah, salah satunya adalah Dataran Apo Kayan.
Dalam perkembangannya, klan ini terbagi menjadi 30 sub suku. Setiap sub suku tersebut mempunyai nama tersendiri. Bahkan, setiap sub suku juga memiliki kepala adat yang berbeda. Meskipun begitu, sampai saat ini belum bisa diperkirakan dengan benar, awal perpecahan dalam Klan besar ini terjadi.
Hubungan Kekerabatan
Bila dilihat dari hubungan kekerabatannya, Suku Dayak Kenyah menganut sistem patrilineal. Patrilineal sendiri adalah sistem kekerabatan dan garis keturunan dari pihak ayah (Laki - laki).
Rumah masyarakat Dayak kenyah bisa dibilang rumah lamin (rumah panjang). Tidak heran, jika dalam satu lamin bisa dijumpai hidup beberapa keluarga, mulai dari orangtua, anak, cucu, sepupu, sampai dengan keponakan.
Dahulu, dalam sebuah lamin bahkan bisa menampung lebih dari 100 KK, sehingga tidak ada bentuk keluarga batih mutlak. Batih baru ada, jika pasangan suami istri mau memisahkan diri dari lamin tersebut. Namun hal ini jarang dilakukan,karena pertimbangan dari segi ekonomi.
Memang kebanyakan masyarakat Dayak Kenyah lebih memilih tinggal di dalam lamin. Hal ini dikarenakan, segala persoalan dan kebutuhan sehari-hari menjadi tanggung jawab bersama.
Hidup komunal demikian, tidak selalu berdampak baik, tetapi terdapat juga risiko. Kerahasiaan menjadi kosakata yang nyaris tidak dikenal dalam kehidupan masyarakat Dayak kenyah. Bahkan, kerahasiaan atas kehidupan pribadi juga menjadi sangat tipis.
Meskipun begitu, masyarakat Suku Dayak Kenyah tetap taat pada adat lamin. Adat lamin tersebut sehari-harinya dikendalikan oleh kepala adat. Di dalam lamin, kepala adat disediakan tempat khusus, yaitu kamar di bagian tengah.
Bagi masyarakat Dayak Kenyah, kepala adat merupakan orang yang dipilih berdasarkan garis keturunan bangsawan. Kepala adat haruslah memiliki wawasan yang luas mengenai adat setempat.
Dalam struktur masyarakat, kepala adat berada di bawah kepala desa. Meskipun begitu, dalam kesehariannya kepala adat tampah lebih dihormati oleh masyarakat dibandingkan dengan kepala desa.
Sistem Kepercayaan
Suku Dayak Kenyah yang menjadi penduduk asli Apo Kayan, sebagian besar beragama Kristen dan Katolik. Sebagian kecil lainnya, terutama generasi tua masih menganut animisme.
Belakangan ini, seiring dengan masuknya para pendatang dari berbagai daerah, kini beberapa orang sudah menjadi pemeluk agama Islam.
Sistem bahasa
Suku Dayak Kenyah merupakan klan besar Suku Dayak, di antara klan Dayak lainnya di Kalimantan, Serawak, dan Sabah. Dalam kesehariannya, masyarakat Dayak kenyah menggunakan bahasa pengantar, yaitu bahasa Kenyah.
Dalam bahasa Kenyah ini dikenal 14 dialek. Belakangan ini, munculnya generasi muda Suku Kenyah yang mendiami Apo Kayan, membuat bahasa Indonesia mulai dikenal di daerah tersebut.
Sistem Mata Pencaharian
Bila dilihat dari sistem mata pencahariannya, sebagian besar masyarakat Dayak Kenyah berprofesi sebagai petani. Ada juga yang berprofesi sebagai peramu hasil hutan dan peladang berpindah.
Perladangan dilakukan dengan sistem rotasi alam selama 4 sampai dengan 7 tahun. Di Desa Long Payao dan Metun I, sistem rotasinya bahkan mencapai 10 tahun. Mungkin ini adalah alasannya, Suku Dayak kerap dituding sebagai perusak lingkungan, terutama kawasan hutan.
Kesenian Tradisional
Masyarakat Dayak Kenyah tetap mempertahankan budaya leluhurnya. Mulai dari menenun, mengukir, sampai dengan membuat aneka kerajinan tangan.
Bagi para wisatawan yang ingin membeli souvenir, di Desa Pampang banyak orang yang menjajakan berbagai pernak pernik. Pernak-pernik yang dijajakan beragam, mulai dari ukuran kecil sampai besar, seperti gantungan kunci dan patung kayu.
Dayak Kenyah juga sangat terkenal dengan seni tari tradisionalnya. Tarian dari Suku Dayak Kenyah adalah Tari Datun Julut, Kanjet Papatei, Kancet Punan Lettu, Tari Leleng, Buung Enggang, Pamung Tawai, Manyam, Hudog, dan Kancet Nyelama Sakai, dan lain lain. Dari semua tarian yang terkenal adalah Tari Kancet Ledo
Tari Kancet Ledo merupakan sebuah tarian tradisional Suku Dayak Kenyah yang menggambarkan kelembutan seorang gadis. Kelembutan gadis Suku Dayak Kenyah diibaratkan sebagai sebatang padi yang meliuk-liuk lembut data ditiup oleh angin.
Tarian ini dibawakan oleh seorang wanita Dayak Kenyah dengan memakai pakaian tradisional. Kemudian pada kedua tangannya, gadis itu memegang rangkaian bulu-bulu ekor Burung Enggang. Biasanya, Tari Kancet Ledo ini disajikan diatas gong, sehingga tarian ini juga disebut dengan Tari Gong
Selain tarian, Suku Dayak Kenyah juga mempunyai alat musik yang unik, yaitu sejenis gitar biasa (sambeq), kedirek, uding, gng, jatung utang (kolintang), dan lain-lain.
Adapula upacara adat dalam kebudayaan Dayak Kenyah, yaitu Pelas Tahunan (adat tahunan). Pelas Tahun merupakan kegiatan pengucapan terima kasih kepada Tuhan setelah perayaan panen yang jatuh pada bulan Juni. Namun untuk masalah tanggalnya berbeda, tergantung pada hari baik.
Rumah Adat
Tempat tinggal yang digunakan oleh masyarakat Dayak Kenyah bisa dibilang masih khas. Rumah tradisional dari Suku Dayak Kenyah disebut dengan Uma Da’du atau Lamin. Uma Da’du merupakan rumah asli peninggalan Dayak Kenyah yang masih utuh sampai dengan saat ini.
Rumah adat Dayak Kenyah ini dibuat dari kayu ulin dengan beratapkan sirap. Bagian dindingnya dihiasi lukisan daun paku simetris dengan beraneka warna. Hiasan dinding tersebut dibuat oleh para wanita Suku Dayak Kenyah.
Selain pandai membuat lukisan daun, para wanita di suku ini juga mahir membuat manik-manik dan pemahat handal patung Totem.
Sistem Transportasi
Di kediaman Suku Dayak Kenyah, transportasi darat belum bisa berkambnag dengan baik. Masyarakat Dayak Kenyah lebih suka menggunakan jalan setapak sebagai sarana komunikasi darat. Biasanya jalan setapak digunakan untuk menuju rumah yang jaraknya dekat.
Alat transportasi yang populer di kehidupan masyarakat Dayak Kenyah adalah lewat sungai. Selain itu, masyarakat Dayak Kenyah ,menggunakan ketinting (perahu motor) sebagai alat angkut, baik untuk manusia ataupun hasil pertanian.
Nah, sekarang sudah tahu kan beragam informasi seputar Suku Kenyah (Suku Dayak Kenyah). Keunikan dan ciri khas dari Suku Dayak Kenyah bukan hanya pada asal usul, melainkan juga dari tarian dan adat istiadatnya.
Demikianlah artikel seputar Suku Kenyah. Semoga informasi yang disajikan bermanfaat bagi para pembaca dalam menambah wawasan seputar suku bangsa Indonesia.
Posting Komentar untuk "Suku Kenyah | Salah Satu Suku Dayak di Kalimantan yang Perlu Anda Ketahui"